7:32 PM | Author: Alicia Komputer
MANAJEMEN ORGANISASI PERHIMPUN P3M DALAM UPAYA
PENGEMBANGAN PESANTREN

A. Latar Belakang Pemikiran

Islam adalah ajaran agama yang diturunkan Allah Swt melalui utusannya yaitu Nabi Muhammad Saw yang ajaran-ajarannya terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an dan sunnah dalam bentuk petunjuk-petunjuk, mana yang diperintah dan mana yang dilarang untuk terciptanya kemaslahatan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Islam sebagai ajaran agama yang mengandung nilai-nilai yang universal dan ditujukan kepada seluruh umat manusia kapanpun zamannya, karena itu dalam konsep Islam, umat Islam memiliki kewajiban untuk menyampaikan ajaran agamanya kepada seluruh umat manusia. Kewajiban inilah yang disebut dengan dakwah.

Sebagaimana dikatakan oleh M. Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Al-Qur’an” bahwa dakwah merupakan suatu bagian yang pasti ada dalam kehidupan umat beragama. Dalam ajaran Islam dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan agama kepada pemeluknya.[1]

Dakwah merupakan pelaksanaan atas seruan wahyu Illahi dan juga merupakan tugas yang demikian berat dan luhur. Bentuk dari pelaksanaan dakwah adalah berupa aktivitas amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahyi munkar (mencegah kemungkaran). Aplikasi dari aktivitas amar ma’ruf nahyi munkar itu berupa mau’izhah hasanah dan uswah hasanah atau sering disebut dengan dakwah bi al hal dan bi al lisan.[2]

Dakwah juga merupakan sebuah transformasi hirarkhi ajaran agama dari masa Nabi sampai pada masa sekarang dan juga transformasi dari daerah asal diturunkannya ajaran Islam hingga ke daerah-daerah lain, seperti datangnya Islam di Indonesia.

Di Indonesia, proses pembelajaran atau proses penyampaian ajaran agama banyak sekali dilakukan dengan cara halaqah (pembelajaran seperti halnya musyawarah) dan hal seperti ini adalah cikal bakal adanya sebuah pesantren. Oleh karena itu pesantren peranannya begitu penting dalam perkembangan ajaran agama Islam. Dalam sejaran kenegaraan kita, pesantren juga membantu negeri ini untuk keluar dari penjajahan kolonial asing, karena pada saat itu di dalam pesantren pemimpin pesantren (Kyai) dan para muridnya menjadi basis-basis perlawanan terhadap penjajahan kolonial asing.

Menurut Masdar M. Mas’udi, pesantren juga dianggap memiliki potensi yang besar sebagai centre of exellent masyarakat bawah sekaligus sebagai pusat perubahan yang berbasis kepada kesadaran masyarakat serta sumberdaya kulturalnya.[3]

Berdasarkan hal itu, maka atas prakarsa para Kyai dan beberapa aktifis LSM tahun 80-an serta mereka yang peduli terhadap permasalahan-permasalahan pesantren mendirikan sebuah lembaga yang diberi nama Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), membangun tahapan baru di tengah-tengah niscaya kaum santri, disaat perubahan sosial dan politik berlangsung.[4]

Selain itu, kelahiran lembaga ini juga dimaksudkan untuk menjebatani kesenjangan informasi antara dunia luar (baca : masyarakat) dengan kalangan pesantren. Karena penggambaran dan pandangan orang luar terhadap pesantren yang dilakukan kalangan akademisi dan pengamat telah memberikan wawasan baru tentang dunia pesantren. Akan tetapi kajian terasa kurang pas dan tidak membumi menurut pandangan orang pesantren sendiri. Maka agar adanya keutuhan informasi mengenai dunia pesantren itulah diperlukan sebuah wadah bernama P3M.[5]

Dalam rangka memberikan sebuah keutuhan informasi mengenai dunia pesantren tersebut, P3M menggarap secara khusus dimana basis konstituennya adalah para Kyai serta mereka yang peduli terhadap persoalan-persoalan pesantren. Dengan basis konstituennya ini, P3M seakan mengantongi tiket untuk masuk ke dunia pesantren dengan sekuruh kekayaan kultural dan bangunan teologisnya. Singkatnya P3M datang ke pesantren bukan sekedar membawa paket program yang secara tekhnis perlu terlaksana, akan tetapi sekaligus secara teologis juga harus jelas peta dan maknanya.[6]

Dengan tujuan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program-program pemerintah dan lembaga-lembaga nonpemerintah lainnya dalam kegiatan pengembangan sosial, politik dan ekonomi masyarakat, P3M memfokuskan diri pada program-program pengembangan wawasan Kyai dan masyarakat pesantren sekaligus menjadi fokus kajian agama Tafaqquh fid dien secara kritis.[7]

Sebuah lembaga agar dalam menjalankan visi dan misinya dan agar kepengurusan organisasi P3M bisa berjalan dengan efektif dan efesien maka diperlukan adanya struktur organisasi dan mekanisme manajemen yang baik, tujuan penerapan manajemen ini untuk memberdayakan fungsi organisasi secara optimal.

Dalam pengelolaan organisasi dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, manajemen merupakan proses yang berangkai, terpadu dan terkontrol dengan baik, dalam hal ini, George R. Terry mengatakan bahwa :

Managemen is a distict proces consisting of planning, organizing, actuating and controling, performent to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources (manajemen adalah suatu proses tertentu terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya.[8]

Lalu bagaimana proses manajemen yang ada di P3M, apakah sudah sesuai dengan manajemen organisasi yang efektif dan efesien? Dan bagaimana P3M dalam pengembangan pesantren, apakah sudah sesuai dengan visi dan misi yang diembannya? Inilah yang mendorong penulis untuk mengetahui sejauhmana proses manajemen yang ada di lembaga tersebut serta bagaimana lembaga tersebut menjalankan visi dan misinya, yang kemudian penulis masukkan dalam judul skripsi yaitu “Manajemen Organisasi P3M dalam Upaya Pengembangan Pesantren”

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

Dalam pembahasan skripsi ini penulis akan membatasi pada masalah sebagai berikut :

a. Eksistensi dan peran organisasi P3M

b. Pentingnya manajemen organisasi P3M dalam pengembangan pesantren

c. Konsep manajemen P3M menuju pengembangan pesantren

2. Perumusan Masalah

Agar dalam pembahasannya lebih terarah dan terfokus, maka penulis perlu membuat rumusan-rumusan yang menurut penulis merupakan hal yang tidak bisa disepelekan dari pembahasan ini.. penulisan skripsi ini dirumuskan dalam rangka menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut :

a. Bagaimana konsep manajemen yang diapliksikan oleh organisasi P3M dalam pemberdayaan pesantren?

b. Bagaimana fungsi dan peranan manajemen dalam pengelolaan organisasi P3M dalam kaitannya dengan pemberdayaan pesantren?
C. Metodologi Penelitian

Dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini penulis menggunakan :

1. Penelitian Lapangan (Field Reseach)

Kajian lapangan diperlukan untuk melihat realitas obyektif Organisasi P3M, yaitu untuk mengetahui fenomena yang terdapat pada organisasi yang bersangkutan, yaitu konsep manajemen yang diterapkan

2. Lokasi penelitian di kantor P3M wilayah Jakarta , Jl. Cililitan kecil III Jakarta Timur

3. Obyek penelitian adalah pengurus pimpinan P3M Jakarta

4. Instrumen untuk pengumpulan data adalah :

a. Observasi, yaitu penulis langsung mendatangi kantor P3M Jakarta guna memperoleh data yang konkret tentang hal-hal yang menjadi obyek penelitian. Disamping melihat dan mengamati langsung dari dekat keseluruhan kegiatan yang ada di P3M

b. Interviw, yaitu penulis mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada pengurus Lembaga P3M, tentang segala sesuatu yang menyangkut dan berkaitan dengan penulisan skripsi ini dalam bentuk wawancara

c. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.)

a. Strength (Kekuatan), yaitu kekuatan apa yang dimiliki organisasi yang dapat diandalkan. Dengan adanya kekuatan organisasi inilah akan dapat diketahui, bagaimana menyusun rencana ke depan sehingga dapat terlaksana.

b. Weakness (Kelemahan), yaitu keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Dengan adanya kelemahan ini organisasi perlu mengantisipasi agar kelemahan ini tidak menjadi penghalang guna mencapai rencana yang telah disusun. Dengan diketahuinya kelemahan ini, organisasi akan berusaha untuk menghilangkan dan memperkecil kemungkinannya menjadi bahaya yang potensial bagi pencapaian rencana.

c. Opportunity (Peluang), yaitu situasi yang penting yang menguntungkan organisasi, sehingga bagaimana organisasi dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk meraih kesempatan yang terbuka.

d. Threath (Ancaman), yaitu suatu keadaan yang tidak menguntungkan organisasi. Ancaman ini perlu diketahui oleh organisasi baik dari dalam organisasi maupun dari luar organisasi.[9]

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui konsep manajeman yang diterapkan oleh lembaga P3M dalam pengembangan Pesantren

b. Untuk mengetahui fungsi dan peranan manajemen organisasi P3M

c. Untuk menambah wawasan penulis tentang manajemen organisasi P3M secara profesional.

2. Manfaat Penelitian

a. Mendapat masukan data-data yang akan dijadikan bahan dalam menyelesaikan skripsi ini.

b. Sebagai bahan wacana keilmuan di Fakultas

c. Sebagai sumbang saran pemikiran bagi proses pengelolaan dan manajemen organisasi P3M

E. Sistematika Penulisan

Untuk memperoleh pembahasan skripsi ini secara sistemattis penulisannya dibagi ke dalam 5 (lima) bab. Terdiri dari sub-sub bab. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Meliputi latar belakang pemikiran, pembatasan dan perumusan masalah, metodologi penelitian, tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN TEORITIS TENTANG MANAJEMEN, ORGANISASI, MANAJEMEN ORGANISASI, DAN PESANTREN

Dalam bab ini dijelaskan secara umum tentang manajemen yang meliputi pengertian manajemen, unsur-unsur manajemen dan fungsi manajemen, tentang organisasi yang meliputi pengertian organisasi, fungsi dan tujuan organisasi, tentang manajemen organisasi yang meliputi pengertian manajemen organisasi, peranan manajemen organisasi, dan tentang pesantren yang meliputi pengertian pesantren, sejarah dan budaya pesantren, ciri-ciri dan unsur-unsur pesantren.

BAB III. : GAMBARAN UMUM P3M JAKARTA

Bab ini mengungkapkan gambaran umum atau kondisi obyektif lembaga P3M, bahasannya meliputi :sejarah berdirinya P3M, visi dan misi P3M, struktur dan bagan organisasi P3M, program kerja, sarana dan prasarana serta aktifitas P3M

BAB IV :MANAJEMEN ORGANISASI P3M DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PESANTREN

Dalam bab ini penulis mencoba mengungkapkan tentang konsep manajemen organisasi P3M dalam upaya pengembangan pesantren, fungsi dan peranan manajemen dalam pengelolaan lembaga P3M dalam kaitannya dengan pengembangan pesantren, analisis SWOT pengelolaan P3M.

BAB V : PENUTUP

Dalam bab ini penulis mencoba menyimpulkan dan memberikan saran tentang manajemen organisasi yang efektif dan efesien.

DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA

Mulia Nasution, Pengantar Manajemen, (Jakarta, Djambatan, 1996), hal. 30

Lies Marcoes Natsir & Syafiq Hasyim, “P3M dan Program Fiqih An-Nisa untuk Penguatan Hak-hak Reproduksi Perempuan Tahun 1995-1997”, (Jakarta : P3M, 1995) h.1

Moekijat, “Pengantar Sistem Informasi Manajemen”, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1994), h. 8-9

KH. M. Yusuf Hasyim, “P3M : Terobosan Lingkaran Pesantren”, Majalah Tebu Ireng No. 4 Agustus 1986, h. 16

Muhtadi, “Dakwah sebagai Kerja Kebudayaan – Studi atas Program Fiqih Nisa’ P3M”, tanpa tahun, hal. 11-12

Abd. Halim, “Jurnal Ilmu Dakwah”, (Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, Surabaya). Vol. 6. No. 2. Oktober 2002, h. 2

Masdar M. Mas’udi, “Lembaga Penggugat Pesantren”, Majalah AULA, Agustus 1997

M. Quraish Shihab, “Membumikan Al-Qur’an”, (Bandung : Mizan, 1997). Cet. Ke 2, h.197


[1] M. Quraish Shihab, “Membumikan Al-Qur’an”, (Bandung : Mizan, 1997). Cet. Ke 2, h.197

[2] Abd. Halim, “Jurnal Ilmu Dakwah”, (Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, Surabaya). Vol. 6. No. 2. Oktober 2002, h. 2

[3] Masdar M. Mas’udi, “Lembaga Penggugat Pesantren”, Majalah AULA, Agustus 1997

[4] KH. M. Yusuf Hasyim, “P3M : Terobosan Lingkaran Pesantren”, Majalah Tebu Ireng No. 4 Agustus 1986, h. 16

[5] Muhtadi, “Dakwah sebagai Kerja Kebudayaan – Studi atas Program Fiqih Nisa’ P3M”, tanpa tahun, hal. 11-12

[6] Ibid.

[7] Lies Marcoes Natsir & Syafiq Hasyim, “P3M dan Program Fiqih An-Nisa untuk Penguatan Hak-hak Reproduksi Perempuan Tahun 1995-1997”, (Jakarta : P3M, 1995) h.1

[8] Moekijat, “Pengantar Sistem Informasi Manajemen”, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1994), h. 8-9

[9] Mulia Nasution, Pengantar Manajemen, (Jakarta, Djambatan, 1996), hal. 30

Related Posts by Categories



Category: |
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: